Pendidikan Hampir Menjadi Sasaran Efisiensi di Tengah Krisis BBM
Ketegangan geopolitik antara negara-negara Timur Tengah dan Amerika Serikat telah memicu guncangan hebat pada sektor energi global, yang secara otomatis menempatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) sebagai komoditas yang sangat penting di setiap negara. Di Indonesia, sektor pendidikan muncul sebagai salah satu target kebijakan strategis melalui wacana pemberlakuan kembali pembelajaran daring. Hal ini dinilai sebagai upaya merespons potensi kelangkaan dan lonjakan harga energi ini. Namun, kebijakan yang direncanakan sebagai langkah efisiensi BBM ini membawa implikasi besar yang harus ditinjau lebih dalam melalui lensa pedagogis.
Bagi dunia pendidikan, transisi mendadak ke metode daring demi tujuan non-akademik memicu kekhawatiran serius mengenai kualitas transfer ilmu. Para pendidik dan praktisi pendidikan menyoroti bahwa sekolah bukan sekadar tempat pertukaran informasi, melainkan ruang interaksi sosial yang membentuk karakter dan keterampilan emosional siswa. Jika pembelajaran daring diterapkan semata-mata untuk menekan konsumsi bahan bakar, terdapat risiko terjadinya degradasi kualitas belajar atau learning loss yang belum sepenuhnya pulih sejak masa pandemi. Tantangan teknis seperti kesenjangan akses digital dan kesiapan perangkat di rumah masih menjadi momok yang dapat memperlebar jurang ketimpangan kualitas pendidikan antarwilayah.
Selain itu, fokus pada efisiensi energi ini menuntut para guru untuk kembali beradaptasi dengan manajemen kelas virtual secara mendadak, yang sering kali meningkatkan beban kerja administratif dan psikologis. Kurikulum yang seharusnya dijalankan dengan metode tatap muka yang interaktif harus dimodifikasi kembali agar relevan dengan format jarak jauh, yang jika tidak dikelola dengan matang, dapat menurunkan motivasi belajar siswa. Pendidikan seharusnya menjadi prioritas yang dilindungi, bukan sekadar instrumen pendukung kebijakan penghematan ekonomi.
Beberapa kajian mengenai sentimen publik terhadap wacana kebijakan sekolah daring dalam upaya penghematan BBM telah dilakukan. Kajian ini merupakan hasil studi literatur berita yang telah diunggah ke situs chrome dan mendapatkan 10 (sepuluh) viewer terbanyak. Kemudian, hasil analisis dikelompokkan dalam analisis sentimen masing-masing positif, negatif, dan netral.

Berdasarkan hasil analisis sentimen tersebut dapat diketahui apabila sebagian besar sentimen negatif didominasi oleh kekhawatiran terhadap kualitas pendidikan dan transfer ilmu antara guru dengan siswa yang menjadi kurang efektif. Selain kesiapan sumber daya manusia, kesiapan sarana dan prasarana pendukung terkait infrastruktur digital juga harus dipastika. Selain itu, tenaga pengajar harus dipastikan memiliki keterampilan dalam mengoperasikan dan mengelola sejumlah peralatan tersebut (Mulya, 2026). Kemudian, kontradiksi dengan program MBG (Makan Bergizi Gratis) yang dinilai belum sinkron, terutama jika siswa tetap diwajibkan datang ke sekolah untuk mengambil program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut sumber dari Guntoro (2026), kondisi ini justru bertentangan dengan tujuan penghematan BBM) karena apabila siswa mengambil MBG ke sekolah akan memerlukan biaya transportasi kembali.

Gambaran Infrastruktur Sekolah Daring
(Sumber: diolah penulis dengan bantuan AI Gemini, 2026)
Sentimen positif didasari oleh dorongan pemanfaatan teknologi di era digital serta alternatif fleksibel untuk tetap melakukan aktivitas belajar mengajar pada kondisi krisis BBM. Namun, kondisi tersebut harus diimbangi dengan dengan kesiapan sumber daya serta sarana dan prasaran yang memadai, seperti jaminan infrastruktur daring dan kuota internet dari pemerintah. Menurut Putri (2026), langkah penghematan energi harus mempertimbangkan data konsumsi dan tingkat mobilitas di berbagai sektor, berkaca pada pengalaman pengaturan mobilitas selama pandemi Covid-19.
Sentimen netral dilandasi oleh syarat-syarat yang harus dipenuhi apabila kebijakan sekolah daring akan dilaksanakan. Kemudian, menginformasikan terkait jadwal dan rentang waktu pelaksanaan kebijakan sekolah daring. Hal ini tentunya merupakan informasi penjelas dari informasi-informasi sebelumnya yang dapat menggiring sebuah opini untuk setuju atau menolak rencana kebijakan terkait sekolah daring.
Berdasarkan hasil analisis tersebut, pemerintah perlu mempertimbangkan secara cermat apakah penghematan BBM yang dihasilkan sebanding dengan risiko penurunan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Fokus utama harus tetap pada perlindungan hak siswa untuk mendapatkan pendidikan yang utuh. Strategi efisiensi energi di sektor pendidikan, jika memang harus dilakukan, wajib dibarengi dengan jaminan infrastruktur digital yang merata dan dukungan penuh bagi para tenaga pendidik agar fungsi sekolah sebagai pusat pengembangan intelektual dan moral tetap terjaga meskipun tanpa tatap muka fisik.
Reference
Mulya, Fath Putra. (2026). Lestari: Pembelajaran daring untuk hemat BBM harus dipersiapkan matang. AntaraNews. https://www.antaranews.com/berita/5491258/lestari-pembelajaran-daring-untuk-hemat-bbm-harus-dipersiapkan-matang
Guntoro, Heru. (2026). Wacana Belajar Daring demi Hemat BBM Dikritik: “Mau Hemat tapi Tetap Disuruh Ambil MBG di Sekolah.” Gesuri.Id. https://www.gesuri.id/pemerintahan/wacana-belajar-daring-demi-hemat-bbm-dikritik-mau-hemat-tapi-tetap-disuruh-ambil-mbg-di-sekolah-b2pQ4ZbeB3
Putri, P. (2026). Pemerintah Kaji Sekolah Online Mulai April 2026 untuk Hemat BBM. WARTASEKOLAH.Id. https://www.wartasekolah.id/pemerintah-kaji-sekolah-online-april
10 artikel bahan analisis
- https://www.detik.com/edu/sekolah/d-8410501/jadikah-pembelajaran-daring-april-2026-pasca-libur-sekolah-lebaran
- https://www.antaranews.com/berita/5491258/lestari-pembelajaran-daring-untuk-hemat-bbm-harus-dipersiapkan-matang
- https://rri.co.id/biak/nasional/2284102/rencana-sekolah-daring-untuk-hemat-bbm-batal-ini-alasannya
- https://www.cnnindonesia.com/nasional/20260327144415-32-1341826/dpr-ingatkan-efisiensi-energi-jangan-sampai-buat-sekolah-jarak-jauh
- https://www.proaktifmedia.com/2026/03/hemat-bbm-dengan-sekolah-daring.html
- https://www.medcom.id/pendidikan/news-pendidikan/0kpqzqLK-khawatir-learning-loss-wacana-sekolah-daring-karena-hemat-bbm-akhirnya-batal
- https://www.wartasekolah.id/pemerintah-kaji-sekolah-online-april
- https://prfmnews.pikiran-rakyat.com/nasional/pr-1310097375/ramai-isu-hemat-bbm-lewat-sekolah-daring-mulai-april-2026-pemerintah-pastikan-siswa-tetap-belajar-tatap-muka
- https://www.gesuri.id/pemerintahan/wacana-belajar-daring-demi-hemat-bbm-dikritik-mau-hemat-tapi-tetap-disuruh-ambil-mbg-di-sekolah-b2pQ4ZbeB3
- https://www.wartasekolah.id/sekolah-daring-wacana-april-2026
Author: Dhefara hersaning ditaa, S.APA. (Indonesian CPDS researcher)
