Eskalasi Selat Hormuz: Analisis Dampak Lonjakan Harga Minyak terhadap Ketahanan Fiskal dan Sektor Industri 2026

Ketegangan geopolitik di Selat Hormuz meningkatkan risiko gangguan terhadap rantai pasok energi global. Mengingat kawasan ini dilalui sekitar 20% perdagangan minyak dunia, setiap eskalasi berpotensi memengaruhi pasokan fisik dan ekspektasi pasar energi. Dalam skenario tekanan yang berlanjut, harga minyak global berpotensi bertahan pada level tinggi, yang pada gilirannya meningkatkan ketidakpastian pada stabilitas perdagangan internasional.

Kondisi tersebut menjadi relevan bagi perekonomian domestik ketika dibandingkan dengan asumsi makro fiskal Indonesia yang menetapkan harga minyak pada kisaran USD 70 per barel. Dengan harga pasar berada di atas asumsi tersebut, terdapat potensi deviasi yang dapat meningkatkan beban fiskal serta risiko imported inflation. Melalui mekanisme transmisi harga energi, kenaikan harga minyak akan mendorong peningkatan biaya energi domestik dan memicu tekanan inflasi, terutama dari sisi penawaran.

Author: Nabila Ayunda Sovia, S.Mat., M.Stat. (Indonesian CPDS researcher)

Similar Posts