Development of Economics Through Continuous Parish Business · Global Voices
Author: Nabilah Luthfiyah Chusnida
(Mitra Peneliti CPDS Indonesia)
The development of economies in Indonesia in the contemporary era no longer relieves exclusively on manufacturing sectors. Diversification of growth sources is now a strategic must, especially by optimizing potential sectors like tourism. Indonesia as an island country rich in biodiversity, in landscape, as well as cultural diversity has huge capital to make tourism locomotive development. That potential is increasingly relevant in the midst of the changing of the global economic structure which has intensified creativity, experience and sustainability as the main drive of economic activity. Therefore, national tourism development is not just a sectoral issue, but an integral part of an exclusive and sustainable economic development strategy.
Meskipun demikian, pengembangan pariwisata tidak dapat dilakukan secara parsial atau bergantung pada satu aktor tertentu. Pengelolaan destinasi wisata membutuhkan koordinasi dan partisipasi multipihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, hingga masyarakat lokal (Marwan, 2022). Pemerintah Indonesia telah memberikan kerangka regulatif melalui Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan, yang menegaskan bahwa pembangunan pariwisata harus dilandaskan pada asas manfaat, kekeluargaan, keadilan, keberlanjutan, partisipatif, demokratis, dan kesetaraan. Asas-asas ini menegaskan bahwa pariwisata bukan sekadar komoditas ekonomi, tetapi juga medium untuk menjaga kelestarian lingkungan, memperkuat identitas budaya, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
