Forum Genre Sebagai Langkah Remaja Peduli Stunting
Persoalan stunting di Indonesia telah ditetapkan sebagai isu prioritas nasional yang memerlukan penanganan lintas sektor secara masif, mengingat dampaknya yang signifikan terhadap kualitas sumber daya manusia di masa depan. Berdasarkan kerangka berpikir yang diusung oleh Dhefara Hersaning Djati (2025), upaya penurunan stunting di Kota Madiun tidak lagi hanya berfokus pada intervensi klinis pasca-kelahiran, melainkan bergeser ke arah pencegahan di sektor hulu dengan menyasar kelompok remaja sebagai calon orang tua. Dasar hukum utama yang melandasi pergerakan ini adalah Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting, yang kemudian diimplementasikan secara lokal melalui Peraturan Walikota Madiun Nomor 65 Tahun 2022. Dalam konteks ini, Forum Generasi Berencana (Genre) muncul sebagai aktor non-profit yang strategis di bawah binaan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PP dan KB) Kota Madiun. Peran forum ini menjadi krusial karena mereka mampu memutus rantai stunting melalui edukasi kesehatan reproduksi dan perencanaan kehidupan berkeluarga bagi remaja, yang jika merujuk pada pemikiran Bustami dan Ampera (2020), merupakan langkah preventif paling efektif untuk menghindari kegagalan tumbuh kembang akibat malnutrisi kronis dan infeksi berulang.
Secara teoritis, efektivitas Forum Genre dianalisis menggunakan konsep peran organisasi nirlaba yang dikemukakan oleh Maier dkk. (2024), yang mencakup lima dimensi utama yaitu servis, advokasi, integrasi, pembangunan pola budaya, dan inovasi. Dalam dimensi servis, Forum Genre aktif memberikan layanan langsung berupa konseling sebaya dan sosialisasi lapangan di berbagai satuan pendidikan dan Kampung KB. Peran advokasi dijalankan melalui dialog intensif dengan pemangku kebijakan, termasuk keterlibatan mereka dalam Rembug Stunting tingkat kota guna memastikan aspirasi remaja terakomodasi dalam perencanaan pembangunan. Sementara itu, dalam aspek integrasi, organisasi ini membangun kolaborasi dengan berbagai mitra, baik instansi pemerintah maupun organisasi masyarakat, untuk menciptakan ekosistem yang mendukung percepatan penurunan stunting. Pembangunan pola budaya dilakukan dengan mengampanyekan perubahan gaya hidup sehat dan pemenuhan gizi seimbang guna mengikis kebiasaan buruk remaja yang berisiko melahirkan generasi stunting di masa depan. Tak kalah penting, aspek inovasi diwujudkan melalui pemanfaatan platform digital seperti siaran langsung media sosial (Instagram Live) sebagai sarana edukasi yang relevan dengan karakteristik generasi Z dan alfa saat ini.
Keberhasilan peran Forum Genre di Kota Madiun juga sangat dipengaruhi oleh dukungan sistemik dari pemerintah daerah dan faktor sosiologis “edukasi sebaya”. Pendekatan dari, oleh, dan untuk remaja membuat pesan-pesan mengenai bahaya pernikahan dini dan pentingnya gizi lebih mudah diterima tanpa adanya sekat formalitas yang kaku. Hal ini sejalan dengan temuan dalam penelitian Dhefara yang menunjukkan bahwa keterlibatan tokoh sentral seperti Bunda Genre Kota Madiun memberikan legitimasi kuat bagi setiap kegiatan forum. Namun, dalam perjalanannya, tantangan birokrasi dan administratif seringkali menjadi hambatan, di mana prosedur pencairan anggaran dan koordinasi antar-lembaga terkadang belum selaras dengan kecepatan gerak organisasi remaja di lapangan. Selain itu, dinamika anggota yang mayoritas adalah pelajar dan mahasiswa yang sering berpindah domisili demi pendidikan menuntut adanya sistem regenerasi kepemimpinan yang adaptif dan berkelanjutan agar program kerja tidak terhenti.
Sebagai kesimpulan, peran Forum Generasi Berencana Kota Madiun merupakan manifestasi nyata dari partisipasi publik dalam kebijakan kesehatan nasional. Melalui integrasi antara teori peran organisasi nirlaba dan aksi nyata di lapangan, forum ini berhasil memposisikan diri bukan sekadar sebagai pelaksana program, melainkan sebagai mitra strategis pemerintah dalam mengubah paradigma pencegahan stunting. Dengan memperkuat literasi kesehatan di tingkat remaja, Forum Genre berkontribusi langsung pada pencapaian target prevalensi stunting nasional sebesar 14% pada tahun 2024. Ke depannya, konsistensi dalam inovasi digital dan penyederhanaan akses birokrasi akan menjadi kunci utama agar kontribusi remaja ini dapat berdampak lebih luas dan berkelanjutan bagi pembangunan kualitas manusia di Kota Madiun dan Indonesia pada umumnya.
Sumber:
Bustami, B., & Ampera, M. (2020). The identification of modeling causes of stunting children aged 2–5 years in Aceh Province, Indonesia (Data Analysis of Nutritional Status Monitoring 2015). Open Access Macedonian Journal of Medical Sciences, 8(E), 657–663. https://doi.org/10.3889/oamjms.2020.4659
Djati, D. H., Nurani, F., & Ulum, M. C. (2025). The role of the Generasi Berencana Forum in efforts to reduce stunting rates in Madiun City. Journal of Social Policy and Development Studies, 2(1), 44–52. https://doi.org/10.65119/jspds.v2i1.25
Maier, F., Meyer, M., Burkart, C., & Terzieva, B. (2024). Societal roles of nonprofit organizations: Parsonian echoes and Luhmannian reframing of the
Organization–Society interface. Nonprofit and Voluntary Sector Quarterly.
Peraturan Walikota Madiun No. 65 Tahun 2022. (Landasan kebijakan lokal di Kota Madiun).
Peraturan Presiden No. 72 Tahun 2021. (Landasan kebijakan nasional tentang percepatan penurunan stunting).
Penulis: Dhefara hersaning Djati, S.AP. (Peneliti CPDS Indonesia)
