Set agricultural management sustained in the reserve conservation region through geospatial approaches

Riset Tahun 2025
2-1280x720 Tata kelola agrikultur berkelanjutan di kawasan konservasi ranu darungan melalui pendekatan geospasial

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model tata kelola agrikultur berkelanjutan di kawasan konservasi Ranu Darungan, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), melalui pendekatan teknologi geospasial dan Soft System Methodology (SSM). Fokus utama penelitian ini adalah mengoptimalkan potensi produksi madu hutan dengan memanfaatkan analisis geospasial dalam menentukan titik pemasangan sarang lebah yang ideal. Pendekatan ini mempertimbangkan faktor topografi, vegetasi, serta kondisi lingkungan guna meminimalkan risiko migrasi koloni lebah sekaligus meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen bagi petani.

Selain aspek produksi, penelitian ini juga menitikberatkan pada aspek keselamatan dan keberlanjutan pengelolaan kawasan konservasi. Hal ini diwujudkan melalui perancangan jalur akses yang aman bagi petani, penetapan batasan zona yang diperbolehkan untuk aktivitas agrikultur, serta penyusunan jalur evakuasi bencana yang responsif terhadap kondisi geografis kawasan. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan ekonomi masyarakat, tetapi juga pada perlindungan ekosistem dan keselamatan kerja.

Lebih lanjut, penelitian ini mengkaji dinamika hubungan antar pemangku kepentingan dalam kerangka multilevel governance, termasuk pemerintah, pengelola kawasan konservasi, kelompok tani hutan, serta aktor pendukung lainnya. Analisis ini bertujuan untuk memperjelas aspek regulasi dan memperkuat payung hukum bagi aktivitas pemanfaatan hasil hutan non-kayu, sehingga dapat berjalan selaras dengan prinsip pelestarian lingkungan.

Hasil penelitian ini diharapkan mampu menghasilkan model tata kelola agrikultur yang integratif, adaptif, dan berbasis data spasial. Selain memberikan kontribusi teoritik dalam pengembangan studi governance dan pengelolaan sumber daya alam, penelitian ini juga diharapkan menjadi rujukan praktis dalam mengembangkan sistem agrikultur berkelanjutan di kawasan konservasi yang mampu menyeimbangkan kepentingan ekonomi dan ekologi.

Mitra:

2 Tata kelola agrikultur berkelanjutan di kawasan konservasi ranu darungan melalui pendekatan geospasial